Home / Daerah / BPBD NTT Petakan Risiko Bencana

BPBD NTT Petakan Risiko Bencana

Tini Thadeus/Foto: Tribun
Tini Thadeus/Foto: Tribun

Bagikan Halaman ini

Share Button

 

Kupang–Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) Tini Thadeus berharap pembangunan di setiap kabupaten dan kota di daerah itu tidak mengabaikan kajian pemetaan risiko bencana.

“Kami sudah melakukan pemetaan risiko bencana, dan di NTT ada 11 potensi bencana,” kata Tini Thadeus di Kupang, Senin (8/10).

Di antaranya tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, kejadian luar biasa penyakit, dan puting beliung. Lokasi-lokasi yang rawan bencana juga sudah ditempatkan papan peringatan, peta bagi warga untuk menyelamatkan diri, dan titik kumpul.

Untuk bencana tsunami, di papan peringatan sudah dituliskan tanda-tanda terjadi tsunami pasca gempa. “Jika air laut menyusut, warga harus segera melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Viktor Laiskodat: Saya Ingin Seperti Wali Kota Kupang Pergi ke Jakarta, tapi Tidak Berani

Untuk wilayah Kota Kupang, menurut Tini, jika terjadi terjadi tsunami diperkirakan memiliki ketinggian sekita 19 meter. Angka itu sudah melalui kajadian sejumlah ahli, lantaran Kota Kupang terletak di teluk yang dinilai rawan jika terjadi tsunami.

Namun bagi Tini, pembangunan di Kota Kupang belum berwawasan bencana. Penduduk membangun rumah tidak jauh dari pinggir pantai, dan di pinggir sungai. “Sesuai aturan, rumah-rumah tidak boleh membelakangi laut dan model bangunanpun vertikal sehingga menyisakan jalur bagi warga untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Membangun rumah dekat pantai dan sungai rentan terhadap bencana. Mestinya bangunan tersebut ditertibkan atau tidak diberikan ijin mendirikan bangunan (IMB) oleh pemerintah daerah. Banguna yang menjorok hingga pinggir kali, antara lain terlihat di Kali Liliba yang memisahkan Kelurahan Liliba dan Kelurahan Oebufu.

Baca Juga :  16 Rumah Adat di Kampung Bondo Maroto Ludes Terbakar

“Seharusnya penerbitan izin mendirikan bangunan sesuai dengan ancaman bencana yang sudah dikeluarkan BPBD,” kata Dia. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda