Home / Hukum / Bocah Trinity Korban Bom Molotov di Gereja, Alami Luka Bakar 50%

Bocah Trinity Korban Bom Molotov di Gereja, Alami Luka Bakar 50%

Teror Bom di Samarinda/Foto: Tribun
Teror Bom di Samarinda/Foto: Tribun

Bagikan Halaman ini

Share Button

Samarinda–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, menemui ayah Intan Olivia, bocah korban bom gereja yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan, di ruang jenazah RSUD AW Syahranie, Samarinda, Senin (14/11/2016).

Rumah Sakit Umum Daerah AW Syahranie mengambil alih perawatan semua korban bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Minggu (13/11/2016) pagi.

Saat ini, anak yang dirawat di rumah sakit milik Pemprov Kaltim itu bernama Trinity Hutahaean (4). Sebelumnya, korban yang meninggal, Intan Olivia Marbun (3), juga sempat dirawat di RS tersebut.

Korban lainnya, yakni Alvaro Aurelius (4) dan Anita Kristobel (2), dirawat di Rumah Sakit IA Moies.

Direktur RSUD AW Syahranie, dr Rachim Dinata, menjelaskan, Trinity mengalami luka bakar serius sekitar 50 persen dan kondisinya masih kritis, sedangkan korban meninggal mengalami luka bakar sekitar 75 persen. Dua korban lainnya mengalami luka bakar sekitar 16 persen.

Baca Juga :  Saksi Pemohon Ungkap Anak di Bawah Umur Ikut Memilih

“Korban meninggal dan korban lainnya mengalami luka bakar yang cukup parah. Selain itu, paru-paru mereka juga mengalami gangguan karena menghirup asap ataupun zat saat terjadi ledakan,” kata dia, Senin (14/11/2016).

Pihaknya pun telah membentuk tim untuk penanganan para korban, di antaranya terdapat spesialis bedah plastik, dokter umum, anastesi, serta ahli anak dan perawatan intensif.

Sementara itu, semua biaya perawatan ditanggung pemerintah. Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy dalam kunjungan ke RSUD AW Syahranie.

“Semua biaya ditanggung pemerintah dan rumah sakit akan tangani ini full team,” tutur Muhadjir.

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda