Home / Politik / BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2016 Kisaran 5,2-5,6%

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2016 Kisaran 5,2-5,6%

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo/Foto: bisnis.com
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo/Foto: bisnis.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2016 diprediksi di bawah 5,2%. Namun secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2016 diperkirakan berada di kisaran 5,2-5,6%.

“Kita melihat pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,2-5,6%. Kita (juga) melihat bahwa mungkin di kuartal pertama pertumbuhan ekonomi bisa lebih rendah dari 5,2%,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowadojo di Kupang, Kamis (11/2) malam.

Menurut Agus, pada 2016, pertumbuhan ekonomi domestik lebih banyak ditentukan oleh pengeluaran pemerintah terutama proyek infrastruktur. Apalagi adanya 10 paket daftar negatif investasi (DNI) yang diluncurkan
pemerintah. “Ini sejalan dengan komitmen pemerintah dan pemerintah daerah melanjutkan reformasi struktural,” ujarnya.

Karena itu peran swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diharapkan meningkat. Pasalnya saat ini, Indonesia belum bisa berharap pada ekonomi global.

Baca Juga :  FKUB: Tidak Usah Pusing dengan Fatwa MUI

“Kita sama-sama melihat pertumbuhan ekonomi dunia cenderung lebih pelan. Tiongkok masih akan terkoreksi lima tahun ke depan, harga komoditi turun dan harga minyak kembali jatuh,” ujarnya.

Harga minyak yang terkoreksi cukup rendah, akan membuat target inflasi dalam kisaran seperti yang diharapkan BI yakni 4 Plus Minus 1%. Kendati begitu, BI tetap waspada dan harus meyakinkan harga pangan strategis dapat terkendali dengan baik seperti beras, daging, dan bumbu. “Walaupun bumbu-bumbu perannya kecil, jika harganya tinggi bisa menekan inflasi,” katanya.

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2015 mencapai 5,4% memberikan confidence (keyakinan) bagi investor terhadap ekonomi dalam negeri. Indonesia punya potensi yang besar karena jumlah penduduk mencapai 250 juta menjadi daya tarik bagi investor asing.

Baca Juga :  Jeriko: Pemimpin Harus Berani Katakan 'Tidak' Kepada Keluarga

“Kemarin ketika negara berkembang seperti Brazil dan Rusia tertekan, Indonesia masih cukup kuat,” ujarnya. (sumber: mediaindoensia.com/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda