Home / Hukum / Bercanda Soal Bom di Wings Air, Oknum Polisi Diperiksa

Bercanda Soal Bom di Wings Air, Oknum Polisi Diperiksa

Ilustrasi: Pesawat Wings Air jenis pesawat ATR 72-500.  Foto: Hafid Kustantyo.
Ilustrasi: Pesawat Wings Air jenis pesawat ATR 72-500. Foto: Hafid Kustantyo.

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Petugas keamanan Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur menurunkan dan meminta keterangan Bripka FHM karena bercanda tentang bom di pesawat, Jumat (21/9).

Sales and Shared Services Dept Head Bandara El Tari Kupang Kadir Usman menggatakan Bripka FHM bercanda soal bom saat berada di dalam pesawat Wings Air IW-1923 di Bandara El Tari Kupang yang akan terbang menuju Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

“Kejadian sekitar pukul 06.00 Wita di dalam pesawat,” ujarnya.

Peristiwa bermula saat Bripka FHM akan menaruk tas miliknya di bagasi di atas tempat duduknya kursi nomor 3A. Namun tempat tersebut sudah penuh oleh barang penumpang lain.

Baca Juga :  Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Rote

Kemudian seorang pramugari bernama Bella Cornella mengarahkan FHM untuk menaruh barangnya di bagasi tempat duduk nomor 5. “Saat menaruh tasnya, tidak masuk dengan sempurna sehingga Bripka FHM meminta kru untuk merapikan,” lanjut Kadis Usman.

Saat itu, FHM sudah kembali ke tempat duduknya di kursi nomor 3A. Namun, pramugari Bella merapikan tas dengan cara mendorong ke dalam bagasi. Melihat itu, Bripka FHM mengatakan tasnya jangan ditekan karna isinya bom.

“Tasnya jangan ditekan, itu isinya bom nanti meledak,” kata Kadis Usman meniru ucapan FHM.

Mendengar itu, Bella kemudian melaporkan kepada rekannya dan pilot. Selanjutnya Pilot pesawat Kapten Ario Jati Kusumo minta security ground handling menurunkan Bripka FHM. Dia kemudian dibawa ke Posko Airport Security untuk dimintai keterangan.

Baca Juga :  Edarkan Sabu, 2 Pemuda asal Makassar Ditangkap di Alor

Dalam pemeriksaan tersebut, Bripka FHM mengakui kesalahannya dan minta maaf. Dia janji tidak tidak mengulangi lagi perbuatannya, yang dalam surat pernyataan.

Setelah itu, Bripka FHM diserahkan kepada Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Utara, Lanud El Tari Kupang untuk selanjutnya diserahkan kepada Polda NTT. (gma/sumber: kompas.com)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda