Home / Hukum / Bentrok di Desa Manusak, Satu Tewas, Empat Luka-Luka

Bentrok di Desa Manusak, Satu Tewas, Empat Luka-Luka

Ilustrasi: Polisi Berjaga-Jaga di Naibonat saat bentrok awal Juni 2019/Foto: Polres Kupang
Ilustrasi: Polisi Berjaga-Jaga di Naibonat saat bentrok awal Juni 2019/Foto: Polres Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Dua perguruan silat bentrok di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (6/6) sekita pukul 02.30 dini hari.

Peristiwa itu mengakibatkan satu orang tewas bernama Ramos Horta Soares, 19, dan empat orang luka-luka.Perguruan silat yang bentrok itu yakni Perguruan Bela Diri Kera Sakti dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Kapolda NTT Irjen Raja Erizman mengtakan sebelum kejadian, Ramos mendatangi tempat pesta di rumah seorang warga Perumahan 100, RT 19 RW 07 Desa Manusak bernama Lorens Mercues. “Korban diajak duduk oleh beberapa orang yang tidak dikenal di tenda pesta, berselang beberapa saat kemudian terjadi keributan dan korban ditikam dengan benda tajam,” kata Kapolda NTT Irjen Raja Erizman.

Baca Juga :  Dua Pekerja Seks di Karang Dempel Kupang Positif Narkoba

Pelaku penikaman diduga M alias B, berasal dari Perumahan 100 Desa Manusak. Pada pukul 06.00, korban diantar oleh keluarga ke Rumah Sakit (RS) Naibobat di Kelurahan Naibonat namun nyawanya tidak tertolong. Ramos Horta Soares yang juga berstatus pelajar, meninggal pukul 06.30 Wita.

Selanjutnya pada pukul 08.00, terjadi aksi balas dendam dari kelompok yang diduga dari Perguruan
Silat PSHT yang beralamat di Kompleks Kamp Pengungsian Lapangan Transat Naiboat.

Aksi balas dendam itu mengakibatkan empat orang terluka, satu rumah dirusak, satu sepeda motor dibakar, serta kerusakan lain berupa televisi, tabung, dan kursi plastik. Empat orang yang menderita luka yakni Januario Hendrikus, 58, terkena lemparan batu di kening. Sedangkan tiga orang dari pihak penyerang terkena panah yakni Markus Basilio, 22, Amaro Antonio Virgilio Da Costa Gutteres, 23, dan Andre Da Silva, 21.

Baca Juga :  Polda NTT Musnahkan 7.812 Botol Minuman Keras dan Narkoba

Menurut Kapolda, polisi dan Brimob dipimpin Kapolres Kupang Ajun Komisaris Besar Indera Gunawan dan Dansat Brimob Polda NTT Kombes Donijio Fatimah sudah berada di lokasi kejadian untuk berjaga-jaga mengantisipasi terjadinya penyerangan susulan. (mi/gma)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda