Home / Bisnis / Bank Indonesia Perwakilan NTT Gelar Kick Off GPN

Bank Indonesia Perwakilan NTT Gelar Kick Off GPN

Kepala BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga menyerahkan secara simbolis kartu atm berlogo GPN kepada Gubernur NTT Viktor Laiskodat di sela-sela acara kick off GPN, Sabtu (22/9). Foto: lintasntt.com
Kepala BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga menyerahkan secara simbolis kartu atm berlogo GPN kepada Gubernur NTT Viktor Laiskodat di sela-sela acara kick off GPN, Sabtu (22/9). Foto: lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kick off sebagai tanda dimulainya ekosistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Kupang, Sabtu (22/9).

Kick Off (memulai) GPN yang sama juga digelar di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat yang dikoordinir oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT.

Kegiatan ini dirangkai dengan penukaran kartu ATM/debet dengan kartu baru berlogo GPN oleh seluruh cabang bank pemerintah dan swasta yang beroperasi di daerah itu, serta peluncuran tagline GPN yakni ‘Melalui GPN, Kita Wujudkan NTT Bangkit dan Sejahtera.’

Kick Off ditandai dengan pelepasan balon ke udara membawa bendera bertuliskan GPN, aman, andal, dan terpercaya.

GPN merupakan sistem yang dibangun melalui seperangkat aturan dan mekanisme untuk mengintegrasikan berbagai instrumen dan kanal pembayaran secara nasional. Di Kota Kupang, kegiatan digelar di alun-alun rumah dinas gubernur NTT di Jalan El Tari, dihadiri Gubernur Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi dan forkompinda, anggota DPR asal NTT Fary Djemi Francis, wali kota Kupang dan bupati.

Baca Juga :  Pendapatan Global Teleshop Meningkat Pada 2014

Dalam sambutannya, Kepala BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga mengajak warga pemilik kartu ATM mendatangi bank untuk mengganti kartu mereka dengan logo GPN. Kartu ini dapat diterima di seluruh terminal pembayaran merchant atau pedagang dalam negeri dan mesin ATM.

“Jika melakukan transaksi non tunai di Indonesia dengan kartu non GPN, kita dibebankan biaya transaksi atau merchant discount rate (MDR) yang tinggi dengan kisaran 2%-3%. Kalau gunakan kartu GPN, biaya yang dikenakan lebih kecil antara 0,2%-1%,” kata Sinaga.

Potongan biaya itu pun tetap berputar di dalam negeri, tidak tersedot ke luar negeri seperti menggunakan kartu debet non GPN. “Ini merupakan salah satu bentuk nasionalisme kita. Di tengah situasi dan kondisi saat ini adanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kegiatan yang sifatnya menghemat devisi seperti ini sangat relevan,” tambahnya.

Menurut Sinaga, ada tiga sasaran utama implementasi GPN yakni menciptakan ekosistem sistem pembayaran yang saling interkoneksi, interoperabilitas dan mampu melaksanakan pemrosesan transaksi yang mencakup otorisasi, kliring dan setelmen secara domestik.

Baca Juga :  Pengusaha Cina Jajaki Investasi di Pulau Kera

Selain itu meningkatkan perlindungan konsumen antara lain melalui pengamanan data transaksi nasabah dalam setiap transaksi, dan meyakinkan ketersediaan dan integritas data transaksi sistem pembayaran nasional guna mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter, efisiensi intermediasi dan resiliensi sistem keuangan.

GPN juga dihadirkan sebagai backbone guna memberikan dukungan penuh bagi program-program Pemerintah termasuk penyaluran bantuan sosial non tunai, elektronifikasi jalan tol dan transportasi publik, keuangan inklusif dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik sebagaimana dimandatkan dalam Perpres No. 74 Tahun 2017 tentang Roadmap E-commerce.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengatakan Kick Off GPN harus dimaknai sebagai bentuk memperkenlakan jati diti bangsa di tengah era digitalisasi dunia.

Menurut Viktor, kegiatan tersebut jangan hanya jadi serimoni tetapi mampu digerakan dan dipakai dengan kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia. “Kecenderungan kita hari ini masih banyak yang menggunkaan pembayaran secara tunai,’ ujarnya.

Dia juga minta Bank Indonesia bersama perbankan mampu menyiapkan GPN secara baik sehingga dalam waktu dekat, transaksi di pasar tradisional juga mengunakan non tunai. (mi)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda