Home / Nasional / Bakamla Rencana Bentuk Desa Maritim di Kupang Barat

Bakamla Rencana Bentuk Desa Maritim di Kupang Barat

Kepala Seksi Kerja Sama Lembaga Pemerintah Bakamla Ahmad Firdaus (pertama dari kanan). Foto: Lintasntt.com
Kepala Seksi Kerja Sama Lembaga Pemerintah Bakamla Ahmad Firdaus (pertama dari kanan). Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Badan Keamanan Laut (Bakamla) berencana membentuk Desa Maritim di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari program membina nelayan menjadi pengawas laut di sejumlah wilayah di Indonesia.

Kepala Seksi Kerja Sama Lembaga Pemerintah Bakamla Ahmad Firdaus mengatakan salah satu desa yang kemungkinan kami akan teliti ialah Desa Lifuleo di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

“Kami anggap Desa Lifuleo sangat cocok mengingat pemimpin desa bersama masyarakatnya mempunyai atensi bagaimana mengembangkan potensi laut, sekaligus menjadikan sebuah desa yang masyarakatnya memiliki tingkat nasionalisme yang cukup baik,” kata Ahmad Firdaus saat berbicara dalam Diskusi Grup Terfokus seperti dikutip MI di Kupang, Selasa (22/5).

Baca Juga :  500 Perawat RS WZ Johannes Berkebaya Sambil Merawat Pasien

Diskusi diikuti perwakilan dari Lantamal VII Kupang, Bakamla Kupang, dan perwakilan Pemerintah Kota Kupang. Salah satu tugas yang dilakukan Bakamlah ialah mengkaji partisipasi masyarakat yang ada di wilayah pesisir. Kegiatan ini menggandeng tim dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran, Bandung.

Sebelum datang ke Kupang, Bakamlah telah melakukan kajian terhadap masyarakat pesisir di Pandeglang, Banten dan Tarakan, Kalimatan Timur.

Dia menyebutkan Indonesia memiliki lautan yang sangat luas sehingga perlu diantisipasi berbagai hal seperti invasi kekuatan dari pihak ketiga, dan gangguan lainnya. Karena itu, program yang akan dilakukan Bakamlah di wilayah itu ialah mendidik nelayan menjadi pelaut yang baik sekaligus menjadi pengawas di laut.

Baca Juga :  Medah Desak Presiden Bangun 3.000 Embung di NTT

Salah satu kelemahan nelayan di daerah itu peralatan mesin perahu yang belum optimal dan tidak memiliki kompas. Akan tetapi, Desa Lifuleo memiliki pantai wisata Oesina yang sering dikunjungi wisatawan lokal asal Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang. (sumber:mi/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda