Home / Dunia / Australia Akan Beli 7 Pesawat Tanpa Awak

Australia Akan Beli 7 Pesawat Tanpa Awak

Bagikan Halaman ini

Share Button
Pesawat jenis MQ-4C Triton

Pesawat jenis MQ-4C Triton

Lintasntt.com: Australia berencana membeli tujuh pesawat tanpa awak berukuran besar seharga sekitar A$3 miliar untuk patroli di perbatasan. Jika disetujui, pesawat tersebut akan menggantikan pesawat patroli P-3 Orion dalam beberapa tahun mendatang.

Australia berencana membeli tujuh pesawat tanpa awak berukuran besar dengan nilai sekitar A$3 miliar untuk membantu kegiatan patroli di wilayah perbatasan, demikian sebuah laporan pada Sabtu (15/02).

Pesawat tanpa awak dengan sayap selebar pesawat penumpang 737 akan digunakan militer untuk mendeteksi kapal dan pesawat musuh, menurut AFP.

Namun tidak tertutup kemungkinan bahwa pesawat itu juga akan digunakan untuk mendeteksi nelayan ilegal atau kapal pencari suaka yang sering memasuki perairan Australia.

Baca Juga :  Kapal Induk Truman Bertolak ke Teluk Persia untuk Serang ISIS

Menteri Pertahanan David Johnston akan merekomendasikan kepada kabinet bahwa rencana tersebut sudah melewati persetujuan pertama. Pesawat jenis MQ-4C Triton bisa patroli 40.000 mil persegi, kata laporan itu.

“Sebagai negara maritim, kemampuan dengan jenis cakupan seperti ini harus menjadi perhatian kita.” kata Johnston WS, seperti dilansir AFP. Militer terlibat “Dengan demikian, pemerintah tertarik untuk mengeksplorasi cara menghemat biaya dengan melibatkan program khusus ini.”

Pemerintah Australia merilis iklan kampanye yang memperingatkan pencari suaka tidak usah datang ke negara mereka.

Pihak militer terlibat langsung dalam upaya pemulangan kembali kapal pencari suaka yang datang di perairan mereka.

Menghentikan arus masuk pencari suaka memang menjadi kebijakan utama pemerintah Tony Abbott sejak dia mulai memimpin tahun lalu. Tindakan tegas Australia dinilai cukup berhasil karena tidak ada kapal yang datang dalam dua bulan terakhir.

Baca Juga :  KBRI Yaman Dibom, 2 Staf Luka

Namun kebijakan itu telah membuat hubungan Australia dan Indonesia semakin keruh karena kebanyakan kapal yang ditolak malah terdampar ke perairan Indonesia. (sumber: viva.co.id)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda