Home / Hukum / Astaga, Guru Olahraga di Kupang Cabuli 16 Murid

Astaga, Guru Olahraga di Kupang Cabuli 16 Murid

Bagikan Halaman ini

Share Button
Ilustrasi

Ilustrasi

Kupang—Lintasntt.com: JW, guru olahraga Sekolah Dasar (SD) Perumnas 1 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (25/9) siang ditangkap polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual kepada 16 siswa.

Seluruh korban perempuan terdiri dari 14 orang kelas VI dan dua orang kelas V. Sebelum ditangkap, JW nyaris dipukul orang siswa yang ramai-ramai datang ke sekolah. Pelecehan seksual dilakukan JW di sejumlah lokasi seperti di ruang kelas dan di kolam renang.

“Kami diancam kalau cerita ke orang tua, nanti tidak ada nilai mata pelajaran olahraga,” kata D, 11, salah satu siswa kelas VI yang mengalami pelecehan seksual. Menurut D, aksi guru olahraga tersebut dilakukan berulang-ulang atau setiap ada kegiatan olahraga.

Karena tidak tahan terhadap aksi JW, para murid pun ramai-ramai mengaku ke Eli, penjaga sekolah sebelum dilaporkan ke kepala sekolah. “Kami dipanggil kepala sekolah diminta menceritakan kejadiannya kemudian kami melapor ke orang tua dan polisi,” tuturnya.

Baca Juga :  OTT Istri Gubernur Bengkulu, Diduga Kasus Suap Proyek

Setelah kasus ini terbongkar, sejumlahsiswa SMP yang pernah sekolah di SD Perumnas 1 juga melaporkan aksi guru JW. Di antaranya mengaku pernah mengalami pelecehan seksual setiap kegiatan olahraga. “Korbannya banyak karena anak-anak yang sudah lulus sekolah pun datang melapor,” tutur D.

Korban lainnya, N, 12, yang duduk di Kelas V mengatakan mereka yang mengikuti kegiatan renang menerima perlakukan yang sama yakni bagian-bagian tubuh dipegang. Bahkan JW pernah beberapa kali membuka celana renangnya kemudian memperlihatkan kemaluannya kepada anak-anak.

Menurut Dia, di sekolah, JW pernah tidur terlentang di matras kemudian minta anak-anak perempuan menginjak-injak kemaluannya. Mereka terpaksa menuruti seluruh perintah JW demi memperoleh nilai olahraga. “Ada banyak saksi. Saat itu ada anak laki-laki yang juga datang ke kolam renang,” jelas N.

Baca Juga :  Pengeroyokan di Lasiana, Satu Tewas, Satu Kritis

Kasus ini langsung menjadi perhatian publik karena disebarkan lewat media sosial sehingga sejumlah warga pun datang ke kantor Polsek Kelapa Lima, tempat JW menjalani pemeriksaan guna menanyakan kejadian sebenarnya. Kedatangan orang tua murid, warga dan keluarga JW memicu ketegangan berkali-kali.

Istri dan anak JW juga terlibat adu mulut bersama orang tua murid yang berujung perkelahian. Aparat kepolisian yang berjaga-jaga berhasil menyelamatkan anak dan istri JW kemudian diselamatkan menggunakan sepeda motor.

Sementara itu JW yang tiba di kantor polisi membantah melakukan pelecehan seksual kepada murid-muridnya. “Saya difitnah,” ujarnya singkat sebelum masuk ke ruang pemeriksaan. Sampai berita ini ditulis, aparat kepolisian di Polsek Kelapa Lima belum memberikan keterangan kepada wartawan.  (gba/mediaindonesia)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda