Home / Daerah / ASDP Kupang Tutup Sementara 8 Rute Pelayaran

ASDP Kupang Tutup Sementara 8 Rute Pelayaran

Ilustrasi: kapal Motor Ile Labalekan Sandar di Dermaga Bolok Kupang/Foto: Gamaliel
Ilustrasi: kapal Motor Ile Labalekan Sandar di Dermaga Bolok Kupang/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup lagi enam rute pelayaran, Minggu (2/6) sehingga total rute pelayaran yang tutup sementara akibat cuaca buruk bertambah menjadi delapan.

Pelayaan yang tutup sementara itu antara lain rute Kupang-Rote, Kupang-Sabu-Raijua, Kupang-Aimere, Aimere-Waingapu, dan Sabu Raijua-Waingapu.

“Hanya rute Kupang-Larantuka yang diberangkatkan hari ini (Minggu (2/6),” kata General Manager PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang Burhan Zahim.

Pada Jumat (31/5), ASDP menutup rute pelayaran Kupang-Rote dan Kupang-Kalabahi, Kabupaten Alor. Namun, rute Kupang-Kalabahi kemudian dibuka pada Sabtu (1/5) sore setelah tinggi gelombang di Selat Ombai yang memisahkan Kupang dan Alor berkurang dari 1,5 meter menjadi 1,25 meter, dan kecepatan angin berkurang dari 25 knot per jam menjadi 20 knot per jam.

Baca Juga :  NTT Berubah Secara Fisik dan Nonfisik

Namun pada 2 Juni, tinggi gelombang di perairan itu naik lagi menjadi 1,5 meter dan kecepatan juga meningkat menjadi 25 knot per jam.

Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi menerjang perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Jumat (31/5).

Sesuai laporan BMKG, tinggi gelombang di perairan pada Minggu pagi berkisar antara 2-4 meter. Tinggi gelombang dua meter terjadi di Selat Wetar. Sedangkan di Selat Sape dan Selat Sumba, tinggi gelombang mencapai 2,5 meter, dan di Laut Sawu hingga perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote dan Laut Timor selatan NTT, tinggi gelombang mencapai 4 meter.

Cuaca buruk yang melanda NTT dipicu udara di Australia berkisar 1035 milibar (mb), sedangkan tekanan udara di wilayah NTT berkisar 1012 mb. Semakin besar perbedaan tekanan udara tersebut maka gradien tekanan akan semakin rapat sehingga menimbulkan dampak angin kencang, dan semakin kencang anginnya akan memengaruhi kenaikan tinggi gelombang laut.

Baca Juga :  Enam Pejabat Polda NTT dan Kapolres Manggarai Barat Dimutasi

Menurut Burhan, ASDP menghentikan sementara pelayaran demi keselamatan pelayaran. Pelayaran akan dibuka kembali setelah cuaca di perairan kembali normal. “Kami memperkirakan sampai 5 Juni pelayaran belum bisa dibuka kembali,” ujarnya. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda