Home / Otomotif / Apa Fungsi ‘Assist dan Slipper Clutch’ Pada Motor?

Apa Fungsi ‘Assist dan Slipper Clutch’ Pada Motor?

Assist dan Slipper Clutch
Assist dan Slipper Clutch

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Kita sering mendengar kata-kata ‘assist dan slipper clutch‘ untuk pengoperasian kopling sepeda motor.

Klaim pabrikan, dengan menggunakan peranti yang dikembangkan dari arena balap itu, tunggangan melaju makin mulus, terutama saat memindah gigi.

Lalu, apa sebenarnya assist dan slipper clutch? Bagaimana cara kerjanya? Merek yang getol menjelaskan soal ini kebanyakan ber-KTP Jepang.

Kawasaki misalnya, sudah menerapkan teknologi ini pada beberapa model, termasuk Ninja 250. Begitu juga Yamaha dan Honda yang juga sudah memasangnya ke beberapa model.

Dari penjelasan Kawasaki Heavy Industries, Jepang, assist & slipper clutch punya dua cam, assist cam dan slipper cam). Keduanya menggerakan clutch hub dan mengoperasikan pelat kopling bersamaan, atau terpisah.

Baca Juga :  All New Honda Civic Siap Masuk Indonesia

Pada penggunaan normal, assist cam berfungsi sebagai mekanisme self-servo, yakni menarik clutch hub dan mengoperasikan pelat secara bersamaan untuk menekan pelat kopling. Ini membuat beban per kopling berkurang. Pengendara semakin merasa ringan saat menekan tuas kopling.

Kebalikannya, saat pengendara melakukan engine brake dengan menurunkan gigi ke posisi lebih rendah, slipper cam gantian bekerja. Komponen ini memaksa clutch hub dan pelat terpisah, yang membuat tekanan pada pelat kopling berkurang.

Alhasil, pada saat kita melakukan down shift (penurunan gigi) secara cepat, maka gejala torsi berlebihan pada kopling (disebut juga back torque) yang menyebabkan ban belakang mengalami skid (mengunci) dan hilang traksi tak akan muncul.

Baca Juga :  KPK Koordinasi dengan KPPU Tangani Dugaan Kartel Honda dan Yamaha

Buat pecinta kecepatan, kerugian akibat munculnya back torque ini cukup mengganggu. Saat mengurangi gigi dengan cepat, lalu terjadi skid, mesin langsung drop dan kurang akseleratif saat diajak kembali ”narik”. (kompas)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda