Home / Nasional / Anggota DPD Bawa Bantuan Untuk Korban Krisis Pangan di TTS

Anggota DPD Bawa Bantuan Untuk Korban Krisis Pangan di TTS

Bagikan Halaman ini

Share Button
 KRISIS PANGAN--Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba (ketiga dari kanan) bersama anggota DPD Ibrahim Agustinus Medah (keempat dari kanan) menyerahkan bantuan kepada warga yang dilanda krisis pangan di tiga desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (20/6). Foto: Gamaliel


KRISIS PANGAN–Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba (ketiga dari kanan) bersama anggota DPD Ibrahim Agustinus Medah (keempat dari kanan) menyerahkan bantuan kepada warga yang dilanda krisis pangan di tiga desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (20/6). Foto: Gamaliel

So’e–Lintasntt.com: Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Parlindungan Purba dan anggota Ibrahim Agustinus Medah menyerahkan bantuan dua ton beras dan mi instan kepada korban krisis pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Sabtu (20/6).

Bantuan diserahkan kepada warga di Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, dan Desa Tuafanu dan Desa Kualin di Kecamatan Kualin. Krisis pangan menyusul gagal panen dan gagal tanam petani setempat akibat kekeringan.

Baca Juga :  Novanto Instruksikan Ketua Golkar se-NTT Kembangkan Ubi Ungu

Parlindungan mengatakan kunjungan itu dalam rangka kepedulian sosial terhadap warga yang sesuai pemberitaan media massa terpaksa mengonsumsi putak yang di wilayah ini adalah makanan ternak.

Ia berharap ada bantuan dalam jangka panjang sebagai solusi terhadap krisis pangan seperti embung, bendungan, dan sumur bor di areal persawahan untuk optimalisasi sumber air baku.

“Bantuan yang kami berikan ini tidak cukup untuk waktu yang lama. Karena itu kami segera melaporkan kondisi masyarakat kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Anggota DPD juga menemukan sejumlah warga setempat masih mengonsumsi putak atau sari pohon enau sebagai pengganti beras.
“Persediaan beras sedikit, kami selingi dengan makan putak. Setiap minggu antara dua sampai tiga kali makan putak,” kata Domi Satrianus Toni, Ketua RT 14 Dusun Kuafeu, Desa Kualin, Kecamatan Kualin.

Baca Juga :  Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Kota Kupang Rendah

Domi mengatakan putak diolah dengan dua cara yakni direbus seperti ketela pohon atau digiling hingga menghasilkan tepung berwarna merah. Tepung itu masih harus direndam dalam air agar warna merahnya hilang,” ujarnya. Hasilnya tepung akan menjadi putih menyerupai tepung beras yang kemudian digoreng sebelum dimakan bersama keluarga. (gamaliel/mi)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda