Home / Dunia / Amerika-Korea Utara Diambang Perang Nuklir

Amerika-Korea Utara Diambang Perang Nuklir

Kapal Induk Amerika Serikat Carl Vinson/Wikipedia
Kapal Induk Amerika Serikat Carl Vinson/Wikipedia

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Dua kapal perang perusak Jepang pada Minggu (23/4) turut dioperasikan untuk memulai pelatihan bersama dengan armada kapal induk CVN-70 Carl Vinson milik Amerika Serikat di Pasifik Barat di dekat Semenanjung Korea.

Dua kapal perang Jepang, “DD-106 Samidare” dan “DDG-78 Ashigara”, meninggalkan perairan barat Jepang pada Jumat (21/4) untuk bergabung dengan Carl Vinson dalam pertunjukan kesetiakawanan ketika AS menghadapi uji nuklir dan peluru kendali balisitk Korea Utara.

Kedua kapal perang tersebut akan berlatih sejumlah variasi taktik dengan gugus tempur AS, kata Pasukan Bela Diri Laut Jepang (MSDF) dalam pernyataan. Sebelum Presiden AS Donald Trump memerintahkan gugus tempur Carl Vinson berlayar menuju perairan Semenanjung Korea sebagai tanggapan atas peningkatan ketegangan di Korea Utara.

Militer Jepang memerintahkan kedua kapal perang untuk menemani Carl Vinson menuju Utara minimal hingga Laut China Selatan, tutur salah seorang nara sumber. Kehadiran kapal perang milik AS dan Jepang tersebut langsung ditanggapi oleh pemerintahan Kim Jong Un.

Baca Juga :  SAR NTT Evakuasi 31 Imigran di Laut Timor

Melalui kantor berita Rodong Sinmun edisi Minggu (23/4) dalam kolom opininya pemerintah Korut memeringatkan, kapal induk USS Carl Vinson bisa ditenggelamkan ‘dengan satu serangan’.

USS Carl Vinson sendiri diperkirakan akan tiba di kawasan Semenanjung Korea pekan ini. Rodong Sinmun – yang merupakan corong partai berkuasa mengatakan “Pasukan revolusioner kami siap tempur untuk menenggelamkan kapal induk AS bertenaga nuklir dengan satu serangan,” tulisnya.

Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, dalam lawatannya ke Asia – termasuk ke Indonesia – pekan lalu mengatakan AS tengah mengkaji semua status Korut. Kajian tersebut meliputi dalam konteks negara yang mendukung terorisme dan juga cara-cara lain yang bisa memberi tekanan kepada rezim di Pyongyang.

Baca Juga :  Makam Digali untuk Identifikasi Mona Lisa

Komentar itu ditanggapi Rondon Sinmun dengan menulis bahwa jika “serangan kekuatan super yang mendahului dilancarkan, maka akan memusnahkan langsung dan total, bukan hanya pasukan imperialis AS yang menginvasi Korea Selatan dan kawasan sekitarnya tapi juga tanah AS dengan menghancurkannya menjadi debu”.

Korea Utara telah melakukan lima kali uji coba senjata nuklir, dua kali pada tahun lalu, dan melakukan sejumlah uji coba rudal balistik, menentang sanksi PBB.Korea Utara juga mengancam akan menyerang sekutu AS seperti Korea Selatan dan Jepang.

Presiden AS Donald Trump juga bersumpah untuk mencegah Korea Utara mampu menembakan rudal nuklir ke negaranya dan telah menyiapkan segala pilihan untuk pertahanan, termasuk serangan militer.  (MI)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda