Home / Dunia / Amerika Kirim Kapal Induk Kedua ke Korea

Amerika Kirim Kapal Induk Kedua ke Korea

USS Carl Vinson
USS Carl Vinson

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Angkatan Laut Amerika Serikat mengirimkan kapal induk USS Ronald Reagan ke Semenanjung Korea. Di sana, kapal pengangkut pesawat tempur itu akan berlatih bersama USS Carl Vinson yang sudah lebih dulu dikerahkan.

Setelah menyelesaikan masa perawatan dan uji coba di Yokosuka, Jepang, USS Ronald Reagan berangkat ke Semenanjung Korea pada Selasa lalu.

“Selesai menjalani perawatan panjang di pelabuhan, kami harus memastikan Ronald Reagan dan bagian kelompok serbu lainnya terintegrasi dengan baik saat kami bergerak maju,” kata Admiral Charles Williams dalam pernyataan pers, Kamis (18/5).

Langkah ini dilakukan hanya berselang beberapa hari setelah Korea Utara menunjukkan kemajuan pesat dalam program peluru kendalinya. Negara terisolasi itu meluncurkan proyektil yang berhasil masuk kembali ke atmosfer dengan terkendali, kata dua orang pejabat yang dikutip CNN.

Baca Juga :  Kelompok Abu Sayyaf Sandera Kapal Indonesia

Setibanya di kawasan, kapal induk tersebut akan melaksanakan beragam latihan, khususnya untuk memastikan kemampuan meluncurkan dan menerima pesawat dengan aman, kata pernyataan tersebut.

Kapal ini membawa 4.539 awak dan dilengkapi sekitar 60 pesawat. Pertama diterjunkan pada 2003, USS Ronald Reagan memakan biaya sebesar $8,5 milyar.

USS Carl Vinson tiba di Semenanjung Korea akhir bulan lalu, dalam rangka menunjukkan kekuatan menjelang uji coba nuklir keenam Korut yang diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Meski hingga kini belum juga melakukan uji coba nuklir, Pyongyang telah meluncurkan peluru kendali KN-17 yang mencapai ketinggian 1.600 kilometer. Menurut Korut, itu adalah pencapaian tertinggi yang dicapainya sejauh ini.

Baca Juga :  YPTB Membuat Petisi kepada Perdana Menteri Australia

Pejabat pertahanan AS enggan berkomentar soal cara operasi dua kapal induk yang ditempatkan dekat Korut itu. Namun, pada akhirnya Reagan diperkirakan akan menggantikan Vinson, setelah masa pengerahannya berakhir.

Ketegangan meningkat dengan cepat di kawasan itu setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang bersiap untuk bertindak secara unilateral terhadap Pyongyang, sementara Korut melaksanakan serangkaian latihan militer dan uji coba rudal.

Walau jenis-jenis rudal yang dimiliki Korea Utara semakin jelas terlihat, belum ada petunjuk soal perkembangan program nuklirnya.

Untuk bisa mencapai tujuannya, Pyongyang mesti bisa mencapai kemajuan teknologi untuk mengurangi ukuran senjata nuklir sehingga bisa dipasangkan di rudal dan untuk melindungi hulu ledak agar tidak hancur ketika kembali memasuki atmosfer. (source: cnn)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda