Home / Timor / Akses Putus, Pemkab TTU Bangun Jembatan Darurat

Akses Putus, Pemkab TTU Bangun Jembatan Darurat

Ilustrasi Jalan Ambles
Ilustrasi Jalan Ambles

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Jalur menuju sejumlah wilayah di perbatasan Indonesia Timur Leste putus setelah Jembatan Oemanu di Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur ambles tergerus banjir.

Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Fernandez mengatakan ujung jembatan turun yang menyebabkan seluruh material tersapu banjir. “Kami segera membangun jembatan darurat agar transportasi kembali normal,” kata Raymundus, Minggu (12/2).

Jembatan Ponu terletak di pantai utara daerah itu, menghubungkan ibu kota kabupaten dengan desa-desa di Biboki Anleu sampai pintu perlintasan Wini yang menghubungkan Indonesia dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.

Jembatan ini juga menjadi urat nadi perekonomian warga setempat, serta menghubungkan desa-desa di wilayah itu dengan pintu perlintasan Motaain di Kabupaten Belu. Ujung jembatan tersebut turun sekitar enam meter. Musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga :  Fery Ile Labalekan Berlayar Perdana ke Semau

Masyarakat setempat telah menutup jalan menuju jembatan serta melarang warga beraktivitas di dekat lokasi tersebut.

Raymundus mengatakan ujung jembatan ambles sejak Jumat pekan lalu, satu-satunya jalur yang dilewati warga ialah melewati sungai di bawah jembatan. Hanya warga sudah diingatkan tidak menyeberang sungai jika terjadi banjir karena mengancam keselamatan.

Selain itu terjadi patahan jalan di Desa Manusasi, Kecamatan Miomafo Barat sepanjang satu kilometer mengakibatkan 14 keluarga yang tinggal di lokasi itu diungsikan. Para korban sudah menerima bantuan seperti air bersih, selimut dan pembentukan dapur umum. “Warga sudah dievakuasi ke balai desa dan saat ini ditangani dengan baik,” ujarnya.

Dia mengatakan musibah tersebut mengakibatkan tenaman pertanian milik warga yang terdiri dari jeruk, jagung, dan kacang rusak. Pemerintah daerah setempat masih menghitung kerugian yang ditimbulkan musibah tersebut. (sumber: mi/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda