Home / Humaniora / 800 Pendeta Hadiri Sidang Majelis Gereja Bethel Indonesia di Kupang

800 Pendeta Hadiri Sidang Majelis Gereja Bethel Indonesia di Kupang

Panitia Sidang MD Ke-IV BPD Nusa Tenggara Timur, Gereja Bethel Indonesia (GBI). Foto: Lintasntt.com
Panitia Sidang MD Ke-IV BPD Nusa Tenggara Timur, Gereja Bethel Indonesia (GBI). Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Lebih dari 800 pendeta menghadiri Sidang Majelis Daerah (MD) ke-IV Badan Pekerja Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) Gereja Bethel Indoensia (GBI) yang digelar selama tiga hari di Kupang mulai Senin (28/5/2018).

Ketua Panitia Sidang MD ke-IV BPD GBI NTT Pendeta Oder Maks Sombu mengatakan ratusan pendeta tersebut datang dari 10 perwakilan wilayah (perwil) di seluruh NTT, kecuali Sumba karena daerah ini telah terbentuk DPD bernama DPD Sumba.

Dari seluruh agenda yang ada, ada dua agenda penting yakni pemilihan ketua DPD NTT GBI periode 2018-2022, serta pemilihan Ketua Umum Badan Pekerja Harian (BPH) GBI. Sebelum pelaksanaan sidang sinode di Jakarta, Oktober 2018, setiap BPD di seluruh Indonesia mengusulkan bakal calon ketua umum yang nantinya dipilih dalam sidang sinode tersebut, serta pengesahan pendeta muda.

Baca Juga :  Proyek Saluran Irigasi di Helabeik Diminta Dilanjutkan

Ketua BPD NTT GBI Pendeta Kirenius Bole mengatakan GBI adalah anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), bersama gereja lainnya melaksanakan berbagai kegiatan kemasyarakatan, pendidikan, dan pelayanan lain yang harus menjadi acuan GBI menjadi garam dan terang di masyarakat, dan dalam hubungan dengan gereja serta pemerintah dan agama lainnya.

“Dalam sidang ada dua hal yang tidak bisa dihilangkan yaitu lagu Indonesia Raya, dan dalam tata gereja sebagai acuan dalam kehidupan berorganisasi, GBI menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat,” ujarnya dalam jumpa pers di Hotel Aston Kupang, Minggu (27/5) malam.

Tema sidang Majelis Daerah BPD NTTT GBI ke-4 ini mengusung tema ‘2018 Tahun Penuaian Raya’, maximize the Harvester’ dan sub tema ‘Meningkatkan Peranan Pejabat GBI Dalam Gerakan Bersama untuk Penunaian Raya Demi Perluasan Kerajaan Allah.”

Baca Juga :  Ini Nama-nama Pesiarah yang Tewas di Flores Timur

‘Penuaian Raya itu banyak artinya, berkaitan bagaimana orang-orang yagn tadinya mengaku diri Kristen tapi mabuk-mabukan dan macam2 ha yang dilakukan. ini upaya dari pemerintah bagiaman membawa mereka kembali untuk mengenal Tuhan yang dinyatakan dalam perbuatan yang benar. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda