Home / Humaniora / 75% Penduduk Indonesia sudah Bebas Malaria

75% Penduduk Indonesia sudah Bebas Malaria

Kasubdit Malaria Kementerian Kesehatan (Kemkes), dokter Nancy Dian Anggraeni/Foto: Lintasntt.com
Kasubdit Malaria Kementerian Kesehatan (Kemkes), dokter Nancy Dian Anggraeni/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kasubdit Malaria Kementerian Kesehatan (Kemkes), dokter Nancy Dian Anggraeni menyebutkan sebanyak 75% penduduk Indonesia sudah bebas dari malaria.

Angka itu mencakup sekitar 200 juta penduduk di 285 kabupaten dan kota. Namun, daerah bebas malaria masih terpusat di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan sebagian Kalimantan.

“Ini prestasi yang besar, bukan hasil dari dinas kesehatan saja, tetapi semua sektor turut terlibat,” katanya saat berbicara pada Pertemuan Pembentukan Konsorsium Malaria se-Daratan Sumba di Sumba Barat Daya, Jumat (24/5).

Sedangkan provinsi lainnya di Indonesia tengah hingga timur belum bebas dari Malaria, di antaranya 28 daerah endemis malaria tinggi tersebar di sebagian besar Papua dan Papua Barat, dan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  SMKN 1 Kupang Siapkan 9 Lab untuk UN Daring

Sedangkan dari seluruh provinsi, hanya tiga provinsi yang seluruh kabupaten dan kotanya bebas malaria yakni Bali, DKI Jakarta dan Jawa Timur. Namun, ada lima provinsi yang belum satu pun kabupaten dan kotanya eliminasi malaria termasuk NTT.

Karena itu, pertemuan para bupati dan praktisi kesehatan dari empat kabupaten dalam pertemuan tersebut sangat bermanfaat untuk bersama-sama mengeliminasi malaria di daerah itu. “Ini jadi motivasi bagi kita ke depan agar kita bisa mencapai eliminasi malaria di NTT,” ujarnya.

Menurutnya Malaria menjadi salah satu target pembangunan nasional karena dimasukan dalam RPJMN. Indonesia diharapkan melakukan eliminasi malaria pada 2030, sedangkan eliminasi malaria di NTT dijadwalkan pada 2023.

Baca Juga :  PKK NTT Bentuk Desa Model Pengendalian Malaria

Karena targetnya melakukan eliminasi malaria secara nasional, menurut Dokter Nancy, kabupaten dan kota diminta mencapai eliminasi. “Eliminasi dimulai dari kabupaten dan dilakukan pemantauan setiap triwulan dari kantor staf presiden,” tambahnya.

Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menyumbang 5% kasus malaria atau sekitar 200an ribu kasus. Di seluruh dunia, masih ada 91 negara yang endemis malaria, terutama di kawasan Afrika. Sampai 2017 tercatat 219 juta penduduk dunia menderita malaria dan umumnya balita. (sumber: mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda