Home / Humaniora / 57 Guru di Kupang Ikut Pelatihan Kurikulum 2013

57 Guru di Kupang Ikut Pelatihan Kurikulum 2013

Pelatihan Kurikulum 2013
Pelatihan Kurikulum 2013

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang—Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save the Children menggelar pelatihan Kurikulum Tematik 2013 kepada 57 guru dan kepala sekolah di Kecamatan Takari dan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Yayasan Sayangi Tunas Cilik menerapkan program Making Early Education Matter Through Books and Community Action (MEMBACA) Tahap II di 13 sekolah dasar di dua kecamatan tersebut sejak Januari 2017.

Pelatihan dibagi dalam dua gelombang, yakni 25-27 September 2017 diikuti 31 orang peserta dari Kecamatan Takari, dan gelombang kedua mulai 2-4 Oktober 2017 diikuti 26 orang dari Kecamatan Fatuleu Tengah.

Sasaran pelatihan ini ialah guru kelas 1-3, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Kegiatan berlangsung di Wisma Oemathonis Camplong.

Baca Juga :  Permintaan Air Bersih Capai 700 Tengki Per Hari

“Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan informasi dasar tentang implementasi kurikulum tematik K-13 sekaligus memperkuat kapasitas guru-guru kelas awal, kepala sekolah dan pengawas tentang pembelajaran aktif dan penataan kelas,” kata Field Coordinator Kabupaten Kupang Agus Sulaeman.

Agus mengatakan bahwa upaya percepatan Literasi yang saat ini sedang dilakukan oleh program MEMBACA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari apa yang saat ini menjadi program pemerintah pusat sekaligus kebutuhan anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih berkualitas.

“Meskipun 13 SD dampingan Program MEMBACA saat ini bukan merupakan sekolah yang sudah implemetasi K13, tetapi kami melihat bahwa pelatihan ini penting untuk kami lakukan karena ini jadi pengantar untuk kita isu Literacy Boost,” tambah Agus.

Baca Juga :  Wanita Indonesia Terjebak Jadi Budak Seks di Amerika

Widyaiswara LPMP NTT Yandri Snae yang menjadi fasilitator dalam pelatihan ini mengatakan pelatihan ini adalah tiket VIP yang harus dimanfaat sebaik mungkin oleh para guru untuk meningkatkan pemahaman atau kapasitas masing-masing.

“Harusnya kami dari LPMP yang harus menjalankan pelatihan ini, tetapi Save the Children telah melihat keterbatasan kami sehingga mereka yang berinisiatif untuk membuat pelatihan ini. Kalau sudah datang pelatihan dengan tiket VIP berarti harus dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik sehingga apa yang didapat di sini dapat berguna bagi anak-anak di sekolah,” Kata Yandri. (gma)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda