Home / Daerah / 50% Siswa Sekolah Muslim di Kupang Sudah Diberi Vaksin MR

50% Siswa Sekolah Muslim di Kupang Sudah Diberi Vaksin MR

Sosialisasi Imunisasi MR di SD Darul Hijrah/Foto: Lintas
Sosialisasi Imunisasi MR di SD Darul Hijrah/Foto: Lintas

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) selesai melakukan vaksinasi Measles Rubella (MR) kepada ribuan siswa di 50% sekolah muslim di daerah itu selama Agustus 2018.

Terdiri dari siswa Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebar di enam kecamatan. Sedangkan 50% sekolah muslim lainnya yang sempat menolak karena adanya sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), kini bersedia menerima petugas kesehatan.

“Sebelumnya beberapa sekolah masih menunggu karena fatwa MUI, sekarang sudah bersedia setelah kami menggelar sosialisasi kepada guru dan orang tua siswa,” kata Kabid Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuni di sela-sela Sosialiasi MR di SD Darul Hijrah, Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Sabtu (1/9/2018).

Sosialiasi manfaat MR di SD Darul Hijrah dilakukan petugas MT Puskemas Sikumana, Endang bersama petugas MR Dinas Kesehatan dokter Ida Koamesah, dan Sri Wahyuni, dihadiri puluhan orang tua siswa. Pada kesempatan tersebut, mereka juga memperlihatkan Surat Keputusan Fatwa MUI bernomor 33 Tahun 2018, tentang Penggunaan Vaksin MR Produk dari SII itu untuk Imunisasi.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih, Warga Manutepen Ambil Air dari Pipa PDAM

Menurutnya, cakupan vaksinasi MR di Kota Kupang sampai 31 Agustus sebanyak 60%. Cakupan itu sesuai target yang ditetapkan sebelumnya yakni antara 60% atau 70%. “Sisa 40% lagi kami pastikan akan dicapai dalam September, akan sesuai target capaian yakni 100%,” ujarnya.

Mulai 1 September, menurut Dia, vaksinasi MR dipusatkan di posyandu dan menyelesaikan imuninasi di sekolah muslim lainnya. Petugas masih melakukan penyisiran siswa di sekolah-sekolah yang belumnya sakit sehingga tidak diberi vaksin MR, dan juga anak usia sekolah namun tidak bersekolah. “Dinas Kesehatan menjalin kerjasama dengan rumah sakit untuk mendapatkan sasaran atau anak-anak yang belum terdata agar diberi vaksin MR,” kata Dia.

Baca Juga :  20 Desa di NTT Masih Gelap Gulita

Dokter Ida Koamesah mengatakan sosialisasi manfaat imunisasi MR dan juga surat keputusan Fatwa MUI tentang penggunaan vaksin MR dilakukan di sekolah muslim. Dengan demikian, orang tua diharapkan bersedia membawa anak-anaknya untuk diberi vaksin MR. “Sosialisasi dilakukan terus-menerus kepada orang tua dan sekolah,” ujarnya.

Sementara itu seluruh orang tua siswa yang hadir di sosilisasi MR tersebut bersedia menyerahkan anak-anak mereka untuk diberi vaksin. “Manfaat vaksinasi MR ini ternyata penting sekali. Tadi saya bilang kepada petugas anak saya boleh diberi vaksin MR, tapi pemberian vaksin dijadwalkan awal minggu depan,” kata Fitriana Nur Aini, orang tua siswa. (gma/mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda