Home / Bisnis / 450 Brand dari 22 Negara Tawarkan Usaha Waralaba di Indonesia

450 Brand dari 22 Negara Tawarkan Usaha Waralaba di Indonesia

Press Conference  Indonesia`s Biggest Business Expo 2018/Foto: Reed Panorama Exhibitions
Press Conference Indonesia`s Biggest Business Expo 2018/Foto: Reed Panorama Exhibitions

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Reed Panorama Exhibitions kembali menggelar pameran waralaa dan kebutuhan kafe terbesar di Indonesia di  di Hall A & B, Jakarta Convention Center, mulai 5-7 Oktober 2018.

Pemeran ini menghadirkan 450 brand terbaik industri waralaba dan produk kebutuhan usaha kafe dari 22 negara dalam acara Indonesia`s Biggest Business Expo 2018

Pameran yang menggabungkan 3 pameran bisnis dalam satu atap Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2018, Cafe & Brasseie Indonesia (CBI) 2018 & Retail Solution Indonesia (RSEI) 2018.

Steven Chwee, General Manager dari Reed Panorama Exhibitions mengatakan pertumbuhan bisnis Industri Waralaba dan Cafe di Indonesia sangatlah pesat, kemajuan teknologi dan beragam inovasi mendorong pelaku industri untuk membentuk suatu wadah guna saling bertemu, berpromosi dan bertukar pikiran baik antar pelaku maupun pemerintah selaku regulator. Oleh karena itu, melalui penyelenggaraan event ini, kami berharap dapat memberikan satu platform terbaik bagi industri untuk saling bertemu dan berdiskusi guna menghasilkan solusi terbaik demi perkembangan bisnis waralaba dan cafe di Indonesia sekaligus mendorong brand lokal untuk terus mengembangkan bisnisnya ke seluruh Indonesia dan Regional,” ujar Chwee di Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Ia menambahkan, Indonesia kaya akan sumberdaya alam dan budayanya, beragam masakan dan makanan tradisional Indonesia telah dikenal di manca negara. Kita ketahui waralaba merupakan salah satu konsep pemasaran untuk memperluas jaringan dengan cepat, konsep ini memiliki banyak keunggulan terkait dengan pendanaan, manajemen dan sumber daya manusia. Selain itu membangun usaha dengan menggunakan sistem waralaba telah terbukti keberhasilannya, brand telah dikenal oleh masyarakat. Dengan keunggulan tersebut membuat bisnis ini banyak dilirik oleh para investor.

Baca Juga :  PDAM Tirta Lontar (Ternyata) Bukan Milik Kabupaten Kupang

Pada kesempatan yang sama Levita Supit, Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) sekaligus Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan mengatakan perkembangan brand waralaba lokal sangat baik, kemajuan teknologi seperti digital marketing membantu para pengusaha waralaba dalam mempromosikan bisnisnya. Selain itu dukungan yang diberikan oleh pemerintah turut mendorong perkembangan industri ini. Melalui penyelenggaraan acara ini kami optimis mampu menghadirkan satu wadah yang tepat bagi para pelaku usaha waralaba (franchisor) untuk bisa bertemu langsung dengan calon franchiseenya.

”Disini para calon franchisee bisa langsung bertatap muka dan berdikusi dengan franchisor sehingga mereka bisa mengenal lebih baik mengenai bisnis yang diminati, selain itu dengan banyaknya brand yang hadir dapat memberikan keleluasaan bagi para investor memilih usahanya yang sesuai dengan minat dan modal yang dimiliki,” katanya.

“Sebagai salah satu bentuk apresiasi kami bagi para tokoh waralaba Indonesia, kami akan memberikan penghargaan terhadap 10 tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan industri waralaba di Indonesia. Kami juga memberikan konsultasi gratis bagi para pemilik modal untuk membantu menentukan pilihan usaha waralaba yang baik dan cocok dengan minat mereka sehingga mengurangi resiko kegagalan”, tambah levita.

Acara tersebut akan diselenggarakan  mulai jam 10.00-21.00 WIB, terbuka untuk umum dengan tiket masuk seharga Rp60.000.

Pameran ini bekerjasama dengan berbagai Asosiasi, lembaga dan komunitas terkait seperti Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI)/Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI), Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Indonesia Latte Art Artis (ILAA), Komunitas Koperasi Kopi Indonesia (KOKOPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya, Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

Baca Juga :  Jonas Berhasil Naikkan PAD dari Rp51 Miliar Jadi Rp161 Miliar

Selain itu ada pula Association of Indonesian Specialty Tea (Aistea) dan Teh institute serta didukung penuh oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Kamar Dagang & Industri (KADIN) Indonesia.

Levita Supit, Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) sekaligus Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan mengatakan perkembangan brand waralaba lokal sangat baik, kemajuan teknologi seperti digital marketing membantu para pengusaha waralaba dalam mempromosikan bisnisnya, selain itu dukungan yang diberikan oleh pemerintah turut mendorong perkembangan industri ini.
Di tengah dinamika pasar yang berkembang diperlukan satu moment yang bisa mempertemukan seluruh pihak terkait mulai dari franchisor, pemerintah, akademisi, pemerhati dan calon franchisee untuk saling berdiskusi, memperkenalkan bisnis dan mensosialisasi program usahanya sehingga mereka bisa mengenal lebih baik mengenai bisnis waralaba yang sesuai dengan minat masing-masing.

Selain itu dengan banyaknya brand yang hadir dapat memberikan keleluasaan bagi para investor memilih usaha yang sesuai dengan modal dan minatnya”.

“Sebagai salah satu bentuk apresiasi kami bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap perkembangan waralaba Indonesia, kami akan memberikan penghargaan kepada 10 perwakilan dari institusi dan pelaku industri waralaba di Indonesia. Kami juga memberikan konsultasi gratis bagi para pemilik modal untuk membantu menentukan pilihan usaha waralaba yang baik dan cocok dengan minat mereka sehingga mengurangi resiko kegagalan”, tambah levita. (Hadi Siswo)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda