Home / Nasional / 400 Warga NTT Telantar di Pelabuhan Semayang

400 Warga NTT Telantar di Pelabuhan Semayang

Foto: Syahrul/MI
Foto: Syahrul/MI

Bagikan Halaman ini

Share Button

Balikpapan–Sedikitnya 400 warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan kembali ke kampung halamannya, telantar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur akibat tdak memperoleh tiket kapal laut.

Sampai Kamis (14/7), mereka sudah lima hari menanti di pelabuhan, namun belum memperoleh tiket. Maria, asal Maumere, Kabupaten Sikka mengatakan

“Sudah lima hari kita disini. Kita kehabisan tiket kapal. Ini aja rencananya kita tiga hari lagi disini. Katanya tanggal 17 baru berangkat,” kata Maria, Kamis (14/7).

Maria berharap adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah terhadap calon penumpang kapal. Pasalnya sudah seminggu berada di Pelabuhan dan telah kehabisan uang untuk membeli makanan dan minum.

“Kita berharap dari pemerintah atau siapa saja perhatikan kita. Disini kita kehabisan makanan, sehingga harus membeli, sedangkan uang kita
juga mau habis. Apalagi kita masih tiga hari lagi di sini,” ujar Meria.

Baca Juga :  Senator Medah Dorong Warga Malaka Menanam Ubi Kayu

Pemerintah Kota Balikpapan bersama Danlanal telah melakukan peninjauan langsung ke pelabuhan Semayang untuk melihat kondisi para penumpang yang terlantar. Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan berupa konsumsi bagi para penumpang terlantar dan toilet portable.

Rahmad menyesalkan kurangnya koordinasi yang dilakukan KSOP Pelabuhan Semayang sehingga menyebabkan ratusan penumpang terlantar karena kehabisan tiket. Ia menyarankan seharusnya pemerintah dapat menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) yang telah disediakan oleh pemerintah pusat untuk mengangkut para penumpang lebaran.

“Kami sudah kordinasi dengan Danlanal, harusnya kalau ada kordinasi yang baik itu KRI itu sudah disiapkan oleh pemerintah. Sebenarnya kordinasinya yang tidak ada, KRI itu siap 24 jam. Memang itu anjuran pemerintah, ada tiga kapal KRI pengangkutan penumpang lebaran yang disiagakan, sayang mubazir sampai sekarang kalau gak di fungsikan,” tuturnya. (Syahrul/Media Indonesia)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda