Home / Daerah / 25 Petani Kolhua ikut Sekolah Lapang Iklim BMKG

25 Petani Kolhua ikut Sekolah Lapang Iklim BMKG

Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis (kanan)/Foto: Dok
Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis (kanan)/Foto: Dok

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Fary Djemi Francis, MMA meminta agar local wisdom atau kearifan lokal yang sudah ada sejak dulu di kalangan para petani, tidak hilang hanya karena mengikuti sekolah lapangan iklim.

Namun sebaliknya, pengetahuan tentang iklim bagi para petani harus bertambah dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Hal tersebut disampaikan Fary Francis dalam sambutannya pada pembukaan Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Tahap III Provinsi NTT di kebun petani Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa (2/4) pagi.

Kegiatan tersebut digelar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lewat Stasiun Klimatologi Kupang, diikuti 25 petani setempat.

“Saya berharap, kearifan lokal yang sudah ada dan diyakini oleh kita selama ini, tetap digunakan oleh para petani. Namun dengan tambahan pengetahuan soal iklim dari BMKG, tentu kita makin paham, kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan lahan, kapan waktu menanam dan sebagainya,” kata wakil rakyat asal Dapil II NTT ini.

Baca Juga :  Depdagri Janji Segera Selesaikan Persoalan Tapal Batas Matim dan Ngada

Fary Francis yang pernah menjadi fasilitator pendamping masyarakat sebelum menjadi anggota Dewan ini juga berharap, agar sekolah iklim yang langsung di lapangan dengan melibatkan para petani ini, terus ditingkatkan oleh BMKG.

“Sebagai mitra kami di Komisi V DPR RI, saya akan mendorong BMKG agar memperbanyak kegiatan seperti ini, karena bersentuhan langsung dengan para petani kita,” kata Fary Francis.

Dia berharap, para petani akan semakin berdaya yang pada ujungnya, ketahanan pangan rakyat dapat terwujud. Dia mengatakan, akan mendukung sepenuhnya semua program BMKG, karena informasi tentang iklim, cuaca dan sebagainya, harus jadi acuan utama semua sector dalam melaksanakan programnya.

“Kebetulan di Komisi V, mitra saya juga adalah Kementerian PUPR dan Perhubungan. Kami selalu minta supaya semua informasi dari BMKG menjadi acuan utama bagi program di kementerian lain,” tandasnya. (gma)

Baca Juga :  Monumen Flobamora Rumah Pancasila Dibangun di Desa Nitneo

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda