Home / Humaniora / 17 Wartawan Ikut Pelatihan Meliput Isu Disabilitas di Kupang

17 Wartawan Ikut Pelatihan Meliput Isu Disabilitas di Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
Pelatihan Isu Disabilitas/Foto: Lintasntt.com/Gama

Pelatihan Isu Disabilitas/Foto: Lintasntt.com/Gama

Kupang—Lintasntt.com: Sebanyak 17 wartawan dari berbagai media di Kupang, Nusa Tenggara Timur mengikuti pelatihan meliput isu disabilitas yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO).

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kepedulian akan hak-hak penyandang disabilitas di Nusa Tenggara Timur. Pelatihan digelar selama dua hari mulai Jumat (12/12). Pelatihan ini juga diprakarsai Majalah Diffa..

“Isu disabilitas masih sangat minim di media karena dianggap bukan isu seksi,” kata General Manajer Majalan Diffa Jonna Damanik.

Ia mengataan persepsi bagi orang cacat (Disabilitas) bervariasi dan untuk merubah persepsi bagi penyandang disabilitas hanya bisa dilakukan melalui satu cara yakni pemberitaan di media. “Sesuai survey kami selama 1,5 tahun hanya 64 berita soal disabilitas di Indonesia,” kata Dia.

Baca Juga :  Mengenal Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (2)

Padahal jumlah disabilitas di Indonesia sekitar 15 persen dari jumlah penduduk. Bayangkan saja di NTT sekitar 5,6 juta penduduk,sekitar 600 jiwa penyandang disabilitas. “Yang jadi pertanyaan di mana mereka,” ujarnya.

Karena itu, dia berharap media bisa menjadikan isu disabilitas sebagai isu yang seksi dan punya nilai jual. “Saya rasa wartawan tahu bagaimana membuat isu yang biasa saja menjadi seksi,” katanya.

Ketua AJI Kota Kupang Simon Nilli mengatakan pelatihan jurnalis ini sangat penting karena belum semua wartawan paham atau menulis berita yang tidak bias disabilitas. “Jarang kami menulis soal disabilitas. Semoga pelatihan ini bisa memberikan pemahaman soal disabilitas,” katanya.

Yohanis Pakereng, perwakilan ILO mengatakan pelatihan ini sudah digelar di sejumlah kota di Indonesia. Kupang merupakan kota kelima. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman bagi jurnalis dalam memberitakan soal disabilitas di daerah ini. “Kami berharap berita soal disabilitas lebih banyak di daerah ini,” katanya. (gba)

Baca Juga :  Kabid Humas Polda NTT Naik Pangkat Jadi Kombes

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda