Home / Humaniora / 131 Tenaga Kerja Asal NTT Dipulangkan dalam Kondisi Meninggal

131 Tenaga Kerja Asal NTT Dipulangkan dalam Kondisi Meninggal

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise /Foto: Lintasntt.com
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise /Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Selama kurun waktu 2012-2017, sebanyak 171 tenaga kerja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bekerja di luar negeri, dipulangkan dalam kondisi tidak bernyawa.

Di antara mereka ada yang tubuhnya ditemukan banyak jahitan. Diduga sejumlah organ tubuh hilang.

Hal tersebut disampaikan Asisten II Setda NTT Alexander Sena saat menyampaikan sambutan pada Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) di Kupang, Sabtu (25/11).

Selain itu kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT selama enam tahun terakhir juga sangat tinggi yakni mencapai 6.565 kasus meliputi kekerasan fisik dan non fisik.

Sedangkan calon tenaga kerja yang digagalkan pemerintah untuk tidak bekerja ke luar negeri mencpai 5.509 orang.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan Kamis 18 Juni

“Diperlukan kerjasama pemerintah bersama unsur lain seperti swasata, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat untuk bersama-sama menghentikan kekerasan terhadap anak dan perempuan serta perdagangan manusia,” kata Alexander.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise yang hadir pada kesempatan tersebut menyebutkan NTT juga tercatat sebagai daerah dengan kasus perdagangan manusia terbanyak. Para korban umumnya perempuan, diperdagangan ke Hongkong dan Malaysia.

Menurutnya para calo perdagangan manusia menawarkan gaji tinggi untuk bekerja di luar negeri. Namun banyak yang kemudian dipekerjakan di dunia hiburan malam, serta mendapat kekerasan fisik.

“Saya pernah ketemu mereka, dan minta dipulangkan. Mereka bilang menyesal membuat keputusan yang salah bekerja ke luar negeri,” kata Dia.

Baca Juga :  Cerita Buruh Migran NTT Dijual Rp500 Ribu

Kondisi seperti ini butuh perhatian dari pemerintah daerah. ‘Berdayakan perempuan di sini karena mereka aset bangsa. Bilamana laki-laki dan perempuan bekerja setara, saya percaya NTT akan maju,” ujarnya. (mi/palce)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda