Home / Humaniora / 130 Rumah di Liliba dan Penfui Rusak Diterjang Puting Beliung

130 Rumah di Liliba dan Penfui Rusak Diterjang Puting Beliung

Rumah Warga Liliba Kupang Hancur Diterjang Puting Beliung/Foto: Lurah Liliba
Rumah Warga Liliba Kupang Hancur Diterjang Puting Beliung/Foto: Lurah Liliba

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang-Sedikitnya 130 rumah penduduk di Kelurahan Liliba dan Penfui, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur porak-poranda diterjang, Kamis (28/2) sekitar 14.30 Wita.

Di Kelurahan Penfui, rumah yang rusak tercatat sementara 25 unit tersebar di tiga rukun tetangga (RT) 25, 26, dan 27, sedangkan di Kelurahan Liliba yang berbatasan dengan Penfui, rumah yang rusak tercatat 105 unit.

Informasi yang diterima dari Lurah Liliba, Viktor Makoni menyebutkan rumah yang rusak tersebar di enam RT yakni RT 26, 27, 17, 18, 33, dan 41. Belum ada laporan korban luka maupun korban jiwa akibat musibah tersebut. Rumah-rumah tersebut mengalami rusak ringan dan rusak berat di bagian atap dan dinding. Angin menerbangkan seng rumah hingga puluhan meter.

Baca Juga :  Sakit Maag, Waspadai Menu Ini

Prakirawan BMKG Stasiun El Tari Kupang Maria Seran mengatakan puting beliung (kolom udara yang berputar di permukaan bumi) adalah produk dari awan kumulonimbus (CB) yg sifatnya merusak.

Kendati tidak semua pembentukan awan comulonimbus dapat menyebabkan puting beliung, setidaknya masyarakat dapat mewaspadainya. Salah satu tanda yang mudah dikenali adalah jika terjadi pembentukan awan comulonimbus yang rendah, didahului kondisi suhu udara yang terasa gerah.

“Angin ini bergerak mengikuti pergerakan awan dan mempunyai kecepatan angin mencapai 84 km/jam dan terjadi dalam waktu sangat singkat, kurang lebih 5-10 menit. Kecepatan angin ini merupakan kecepatan angin ekstrim dengan daya rusak mampu menerbangkan atap, merusak rumah semi permanen dan menumbangkan pohon yang kurang kokoh,” kata Maria Seran seperti dikutip MI. (sumber: mi/palce)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda