Home / Daerah / 1,1 Juta Warga NTT Terdampak Kekeringan

1,1 Juta Warga NTT Terdampak Kekeringan

Ilustrasi: Tanaman Padi Mati Kekeringan: Foto: Gamaliel
Ilustrasi: Tanaman Padi Mati Kekeringan: Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kepala BPBD Thomas Bangke menyebutkan kekeringan yang melanda NTT dilaporkan telah meluas di 19 kabupaten dan kota.

Sedangkan warga yang terdampak kekeringan mencapai 1.154.714 orang berasal dari 1.153 desa di 183 kecamatan. Hanya dua kabupaten yang luput dari bencana kekeringan yakni Manggarai dan Manggarai Timur. NTT memiliki 309 kecamatan, 327 kelurahan dan 3.026 desa dengan jumlah penduduk sekitar 5,5 juta orang.

Thomas mengatakan bencana kekeringan tidak melanda seluruh desa di kecamatan terdampak. “Warga terdampak kekeringan, tetapi mereka tidak terpapar,” katanya saat ditemui di Kupang, Selasa (17/9).

Untuk menanganai bencana kekeringan, BPBD NTT telah menerima surat keterangan penanganan tanggap darurat bencana kekeringan yang dikeluarkan bupati dan wali kota. Surat itu dikeluarkan agar penanganan kekeringan dilakukan secara terkoordinir, sinkron dan optimal melibatkan seluruh instansi pemerintah di daerah yang dilanda kekeringan.

Baca Juga :  NTT Berubah Secara Fisik dan Nonfisik

Untuk penanganan darurat, saat ini penanganan kekeringan dimulai dari distribusi air bersih ke penduduk yang ditangani kantor BPBD di setiap kabupaten. Selain itu, pemerintah kabupaten dan kota juga minta bantuan tokoh agama untuk bantu menyalurkan air bersih bagi umat mereka.

Langkah lainnya yakni penanganan kekeringan jangka panjang ditempuh dengan menanam pohon di daerah tangkapan air untuk menjaga sumber-sumber air tidak kering di musim kemarau mengunakan pohon yang bernilai ekologis dan ekonomis seperti sukun dan aren.

Menurutnya menanam pohon atau menghutankan kembali daerah tangkapan air merupakan satu-satunya cara untuk mencegah kekeringan. “Tetapi yang paling penting adalah edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan air secar bijak,” kata Dia.

Baca Juga :  Pascagempa, Aktivitas Warga Kupang Kembali Normal

Dia juga merekomendasikan petani menanam tanaman yang membutukan sedikit air tetapi memiliki nilai ekonomis seperti bawang merah, lidah budaya, nenas, dan cabe.

“Saya sudah menggelar rapat di kabupaten dan kita telah sepakat mengakhiri kekeringan yang berulang setiap tahun dengan melakukan reforestrasi dan merekomendasikan pembangunan embung,” ujarnya. (mi/po)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda